If you want to share and earn points please login first

Biografi Dejan Antonic – “Indonesia, Rumah Kedua”

Dejan Antonic merupakan pelatih sepak bola yang berasal dari Yugoslavia. Dejan memluai karirnya sebagai pesepak bola di klub Red Star Belgrade, klub lokal terbesar yang berpusat di Serbia.

Dejan bergabung dengan Tim Nasional Yugoslavia U-21 pada tahun 1987. Untuk pertama kalinya Yugoslavia memenangkan FIFA World Youth Championship pada tanggal 25 Oktober 1987 setelah mengalahkan German Timur dalam adu penalti. Tim Nasional Yugoslavia U-21 1987 tersebut kini dikenang sebagai “zlatna generacija” atau generasi emas.

Pada tahun 1991, Dejan bergabung dengan kesebelasan FK Napredak sebelum akhirnya bergabung dengan kesebelasan K.S.K. Beveren, tim yang berasal dari Beveren, Belgia. Dejan berhasil mencetak 20 gol untuk kesebelasan Beveren dalam jangka waktu dua tahun (1992 – 1994).

Pada tahun 1994, Dejan bergabung dengan FK Obilic dengan kontrak satu tahun. Dejan akhirnya meninggalkan benua Eropa dan bergabung dengan kesebelasan Persebaya Surabaya pada tahun 1995 sebelum akhirnya bergabung dengan Persita Tangerang pada tahun 1996 dan Persema Malang pada tahun 1997.

Salah satu puncak capaian heroik Antonic adalah ia sempat mengantarkan Persebaya Surabaya juara Divisi Satu. Ini juga mengkonfirmasi bahwa Bajul Ijo kembali masuk ke Divisi Utama Liga Indonesia.

Dejan kemudian meninggalkan Indonesia dan bergabung dengan klub divisi satu Hong Kong, Instant-Dict FC, pada tahun 1998. Pertandingan antara Instant-Dict FC melawan South China AA pada piala FA Hong Kong merupakan pertandingan pertama Dejan dalam membela kesebelasan Instant-Dict FC.

Dejan Antonic sempat terpilih untuk bergabung dengan tim kesebelasan Hong Kong XI dalam kejuaraan Carlsberg Cup tahun 2003. Hong Kong XI merupakan tim gabungan divisi satu Hong Kong dan hanya pemain papan atas yang bisa terpilih bergabung dengan tim tersebut. Karir Dejan di dunia sepak bola semakin melambung ketika ia berhasil mencetak gol dalam adu penalti di kejuaraan Carlsberg Cup saat pertandingan melawan tim nasional Uruguay U-21. Dejan sempat membawa pulang gelar The Most Fair Player pada tahun 2003 dan sempat beberapa kali dinominasikan di Hong Kong Footballer Awards.

Dejan juga sempat bergabung dengan Sun Hei dan berhasil membantu kesebelasan tersebut memenangkan kejuaraan Hong Kong Senior Challange Shield, Hong Kong FA Cup, dan Hong Kong League Cup. Dejan memulai karirnya sebagai pelatih untuk pertama kali pada tahun 2005. Dejan terpilih sebagai pelatih Kitchee SC, klub sepak bola yang bermarkas di Hong Kong.

Sebagai pelatih tim Kitchee SC, Dejan berhasil memimpin kesebelasan tersebut meraih gelar dua gelar juara pada tahun pertamanya sebagai pelatih, kejuaraan tersebut adalah Hong Kong League Cup pada tahun 2005 dan Hong Kong Senior Shield Cup pada tahun 2006. Dejan juga berhasil memimpit kesebelasan Kitchee SC dalam memenangkan kejuaraan Hong Kong League Cup pada tahun 2006. Pada tahun 2008, Dejan berhasil membawa Kitchee SC ke liga AFC Cup.

Dejan sempat membawa pulang gelar “The Coach of The Year” pada tahun 2006 dan juga terpilih sebagai pelatih Hong Kong League XI pada liga Carlsberg Cup. Dejan sempat ditunjuk oleh TSW Pegasus atau Sun Pegasus FC sebagai manajer tim dan direktur di bidang perkembangan pemain muda. Dejan juga sempat terpilih sebagai pelatih Tim Nasional Hong Kong untuk persiapan pertandingan kualifikasi Asian Cup tahun 2011. Dejan berhasil membawa Tim Nasional Hong Kong memenangkan Guangdong Cup ke 31 pada tahun 2008.

Dejan juga sempat dinominasikan sebagai konsultan di Hong Kong Law Society Football Team. Dejan sempat melatih tim Tai Chung pada tahun 2010 dan kesebelasan Tuen Mun pada tahun 2011 sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Pada tahun 2012, Dejan menjadi pelatih Arema Indonesia sebelum akhirnya melatih Pro Duta FC pada tahun 2013. Kemudian Pelita Bandung Raya dan PSS Sleman, dan pada 2022 di Barito Putera.

“Saya bukan orang asing dalam sepak bola Indonesia. Indonesia adalah rumah kedua saya. Sekarang saya sudah siap untuk petualangan saya yang baru.”

“Saya coach Dejan Antonic, salam Barito, Wasaka (Waja Sampai Kaputing),” kata Dejan dalam perkenalannya dengan di Barito Putera.

If you want to share and earn points please login first