Eric Yuan lahir pada tahun 1969/1970 di Tai’an, Shandong, China. Dia adalah orang berkewarganegaraan Tionghoa, namun etnisitas adalah Tionghoa Amerika. Ayahnya adalah seorang insinyur pertambangan. Eric Yuan bercita-cita menjadi seorang pengusaha sejak kecil. Impian itu didukung penuh oleh kedua orang tuanya. Namun sedihnya, ayahnya meninggal dunia dua bulan setelah Eric memberitahunya akan mendirikan sebuah perusahaan baru.

Bakat Eric Yuan menjadi pengusaha sukses sudah terasah sejak kecil. Saat kelas 4, Eric mengumpulkan memo konstruksi untuk mendaur ulang tembaga untuk mendapatkan uang tunai.

Setelah menamatkan pendidikan sekolah, Eric melanjutkan pendidikannya di Shandong University of Science and Technology dan menerima gelar sarjana dan master dalam bidang matematika terapan dan ilmu komputer.

Tidak lama setelah lulus, Yuan bekerja di Jepang selama empat tahun. Ia sangat terinspirasi oleh Bill Gates yang pada tahun 1994 mengunjungi Jepang. Karena itulah, Eric mulai berkeinginan ke Amerika Serikat dan bekerja di Silicon Valley.

Eric mulai mengajukan visa untuk menuju Amerika Serikat. Namun, usahanya mendapatkan visa ke Amerika tidak semulus yang dibayangkan. Eric ditolak berkali-kali untuk mendapatkan visa. Tapi keinginannya sudah kuat, ia terus mengajukan permohonan visa selama dua tahun dan akhirnya menerima visa pada percobaan kesembilan, pada tahun 1990an.

Karir Profesional dan Prestasi

Di awal karirnya di Amerika, Eric Yuan bergabung dengan WebEx pada tahun 1997, sebuah startup konferensi video. Setelah bekerja untuk perusahaan itu untuk waktu yang lama, WebEX kemudian di akuisisi oleh Cisco Systems pada 2007, pada saat itu ia menjadi VP Corporate Engineering Cisco.

Saat bekerja di Cisco System, ia sering bertemu dengan pelanggan, dan dalam percakapannya dengan pelanggan, Eric akhirnya mengetahui bahwa pelanggan merasa tidak puas dengan solusi kolaborasi, termasuk tidak puas dengan WebEx.

Karena itulah, Eric akhirnya ingin mengembangkan platform yang akan membuat pelanggan senang. Eric merasa sudah waktunya untuk membuat solusi komunikasi video yang berguna sesuai yang ia bayangkan.

Pada 2011, Eric meluncurkan sistem konferensi video untuk smartphone untuk manajemen Cisco. Ketika gagasan itu ditolak, Eric meninggalkan Cisco untuk mendirikan perusahaannya sendiri, Zoom Video Communications.

Kesuksesan Zoom

Perusahaannya, Zoom Video Communications adalah platform untuk konferensi video, audio, web yang juga tersedia di perangkat seluler dan desktop. Ini memungkinkan semua pengguna untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih cepat.

Pada 2015, perusahaannya sukses mendapatkan lebih dari 20 miliar menit penggunaan. Eric selalu tahu bahwa keberhasilan itu adalah hal yang sulit, tetapi dia tidak pernah menyerah dalam mendirikan perusahaan berbasis cloud yang dia beri nama Zoom Video Communications.

Menurut The Financial Times, perusahaannya sekarang bernilai $ 35 miliar dan memiliki lebih dari 30.000 klien korporat. Pada tahun 2019, Zoom menjadi perusahaan publik melalui penawaran umum perdana, sehingga Eric Yuan sukses menjadi miliarder baru di dunia.

Eric Yuan menikah pada usia 22, ia menikahi pacar yang selalu bersamanya; bahkan pada awal perusahaan Zoom berdiri. Pasangan ini memiliki tiga orang anak dan tinggal di Santa Clara, California.

Kesuksesan Eric Yuan

Zoom saat ini memiliki lebih dari 30.000 klien korporat termasuk Samsung, Uber, Walmart, Captial One. Perusahaan ini bernilai lebih dari $ 35 miliar saat ini yang pasti akan meningkat di masa mendatang.

Setelah pecahnya pandemi dunia, COVID-19, jumlah pengguna aktif harian Zoom meningkat drastis mencapai 300 juta. Ini karena selama pandemi Covid-19, banyak perusahaan dan sekolah yang menerapkan belajar dan bekerja dari jarak jauh. Di sinilah peran Zoom dan sejumlah platform konferensi video lain meningkat pesat.

Sejalan dengan kesuksesan Zoom, kekayaan pendiri sekaligus CEO Zoom, Eric Yuan, juga melejit. Eric Yuan kini masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Dikutip dari Forbes pada Juni 2020, kekayaan Eric Yuan sebesar $ 10,9 miliar atau sekitar Rp 152.6 triliun (Kurs 14000).