Veda Ega Pratama – The New ‘Marc Marquez’

Veda Ega Pratama merupakan anak dari pembalap nasional, Sudarmono. Veda Ega Pratama merupakan pembalap asal Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia lahir pada tanggal 23 November 2008. Artinya pembalap Indonesia itu menjadi pembalap termuda di ajang Idemitsu Asia Talent Cup 2022, baru 13 tahun. Gaya membalapnya yang impresif menuai pujian yang menyamakannya dengan pembalap Spanyol, Marc Marquez.

Kemampuan balap Veda sudah terlatih sejak kecil. Sang ayah, Sudarmono, adalah sosok yang berjasa dalam mengembangkan bakat balap Veda di sekolah balap Mons54. Veda pernah mentas di Astra Honda Racing School dan One Prix 2019. Dua tahun berselang, 2021, Veda akhirnya masuk Astra Honda Racing Team Yogyakarta.

Usia 4 tahun sudah mulai diperkenalkan sepeda motor, lalu usia 5 tahun sudah aktif latihan balap. Pada usia 6 tahun hingga 8 tahun, Veda sering ikut kejuaraan motocross. Kemudian pada usia 9 tahun pindah ke road race hingga sekarang.

Pada 2020, sebenarnya Veda berlaga di Thailand Talent cup (TCC) tetapi gagal karena pandemi Covid-19. Kemudian di 2021, dia mendapatkan wild card di Asia Talent Cup saat berlaga di Sirkuit Mandalika, saat itu menempati urutan ke-8.

Sebagaimana diketahui, pembalap 13 tahun itu baru saja mengibarkan bendera Indonesia di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu 6 Maret 2022, dalam race 2 Idematsu Asia Talent Cup 2022. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda berusaha keras untuk merangsek ke kelompok pembalap terdepan. Posisi pembalap kelahiran 2004 itu pun berubah-ubah, tetapi dia selalu berada di dekat barisan depan. Pada akhirnya, Veda menyegel podium ketiga. Sementara itu, pembalap asal Jepang, Amon Odaki, keluar sebagai pemenang balapan ini.

Sudarmono yang juga memiliki sekolah balap ini mengatakan, sejak 2016 dirinya memanfaatkan parkir Pasar Hewan Siono Harjo, Playen untuk berlatih bersama anaknya. Pembalap era awal 2000 hingga 2015 ini memanfaatkan lahan sempit untuk berlatih menikung.

Selain itu, setiap seminggu sekali Veda diajak untuk bermain di sirkuit permanen wilayah Boyolali, dan Semarang, Jawa Tengah. “Setiap jalan ke sana (Boyolali atau Semarang) kita kan melewati jalanan menikung, menanjak. Itu saya sering bilang perjalanan kita seperti ini (kondisi jalannya) jadi harus serius,” kata dia. Saat pandemi lalu, Veda berlatih di rumah dengan memanfaatkan fasilitas milik bapaknya, seperti simulator balap, hingga gym.